Struktur Komponen Kata Majemuk pada Buku Panduan Distribusi Koran (Junrochō) yang Digunakan oleh Loper Koran Jepang
DOI:
https://doi.org/10.25077/kotoba.v15i1.151Keywords:
junrocho, fukugogo, kata majemuk bahasa Jepang, struktur sintaksis, loper koranAbstract
Kondisi kurangnya tenaga produktif di Jepang, berdampak pada dipekerjakannya tenaga asing di berbagai bidang, termasuk industri koran. Banyak tenaga loper koran yang bekerja di Jepang, termasuk dari Indonesia. Media penting yang harus dipahami dan kuasai oleh loper koran adalah junrochō (catatan yang berisi informasi nama dan alamat pelanggan, nama surat kabar yang dilanggan, waktu pengantaran, kode rute pengantaran, tempat koran diletakkan, serta hal lain yang perlu diperhatikan). Untuk memahami junrocho, loper perlu menguasai kosa kata yang sebagian besar berupa kata majemuk atau複合語 (fukugōgo). Fukugōgo adalah kata baru yang dibentuk dari dua kata atau lebih yang memiliki arti tertentu berdasarkan komponennya. Penguasaan kosakata yang terdapat di junrochō dapat membantu loper koran untuk bekerja secara efektif serta efisien. Akan tetapi di awal masa kerja, para loper koran pemula sering merasa sulit untuk memahami kata majemuk di junrochō yang sebagian besar dituliskan dalam huruf kanji. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakteristik kata majemuk yang terdapat di junrochō berdasarkan struktur sintasksis (Joyce, 2001). Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan data berupa 18 kata majemuk yang terdapat pada junrochō. Hasil penelitian ini menunjukan struktur sintaksis kata majemuk yang digunakan di junrochō terdiri atas dua jenis, yaitu [modifikator + modifikasi] dan [pelengkap + verba]. Jenis hubungan unsur [modifikator + modifikasi] yang ditemukan adalah [nomina + nomina] dan [verba + nomina]. Hubungan antar kata dalam kata majemuk [verba + nomina] dapat diklasifikasikan kembali menjadi hubungan makna, dan kualitas. Pada jenis [pelengkap + verba] ditemukan hubungan antar kata berupa hubungan adverbia, objek tak langsung dan [subjek + predikat]. Jenis kata majemuk yang paling banyak ditemukan di junrochō adalah jenis [pelengkap + verba], sedangkan jenis [verba + pelengkap] tidak ditemukan. Hasil ini diharapkan dapat membantu calon dan loper koran pemula untuk dapat lebih mudah menghafal kosakata yang tertera di junrochō.
References
Harisal, (2017). PROSES PEMAJEMUKAN KATA BENDA DALAM BAHASA JEPANG. Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya, 12(1).
Joyce, (2001). The Japanese mental Lexicon: The lexical retrieval and representation of two-kanji compound words from a morphological perspective. (No Title).
Kridalaksana, (1984). Kamus Linguistik Edisi Kedua. Jakarta: Gramedia
Nurgiyantoro, (2011). Penilaian pembelajaran sastra berbasis kompetensi. Yogyakarta: BPFe.
Pratiwi, (2014). Kebijakan Pengendalian Imigrasi Sebagai Opsi Strategis Terhadap Fenonema Penuaan Populasi Di Jepang (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).
Susanti, (2001). Penguasaan kosakata dan kemampuan membaca bahasa inggris. Jurnal pendidikan penabur, 1(1), 87-93.
Tarigan, (2015) pengajaran kosakata/ Henry Guntur Tarigan, -Bandung, Angkasa, 2015
TAMAMURA, (1985.). Isolation and characterization of terpentecin, a new antitumor antibiotic. The Journal of Antibiotics, 38(12), 1664-1669.
(Shimomura, (1991). Processing kanji and kana characters within Japanese words. Perception and Psychophysics, 50, 19-27.
(Visiaty, et., al, 2013.). Strategi Pembelajaran Kanji: Studi Kasus pada Pembelajar Bahasa Jepang Tingkat Pemula dan Menengah di Universitas Al Azhar Indonesia. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 2(1), 46-52.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Nurrmulya Akbari, Arianty Visiaty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.